#KerjaCerdas #KerjaTuntas

Senin, 19 februari 2024 – Fakultas Syari’ah menggelar Internasional Seminar dengan tema The Concept of Brotherhood from the Perspective of Said Nursi. Kegiatan ini digelar di Aula Rektorat IAIN Manado yang dihadiri oleh sivitas akademika dan Pondok Karya Pembangunan Manado.
Hadir sebagai pembicara yakni Syekh Abdulkerim Baybara (Publishing Director of Sozler Publication Istanbul Turkiye) dan Hasbi Sen, M.Hum. (Founder of yayasan nur semesta jakarta)

Rektor IAIN Manado Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.HI. hadir sebagai opening remarks. Dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa hari ini ada dua agenda yakni peresmian Said Nursi Corner di perpustakaan. Kemudian dilanjutkan dengan seminar internasional.
“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi referensi bacaan bagi dosen dan mahasiswa dalam studi karya Said Nursi”, ujar rektor.

Syekh Abdulkerim Baybara dalam isi seminarnya menjelaskan bahwa Said Nursi hidup sezaman dengan Sultan Abdul Hamid II di penghujung masa Kesultanan Turki Usmani yang tidak lama kemudian runtuh. Akibat kalah perang melawan Inggris, Yunani, Italia, dan Armenia. Akibat dari kekalahan itu Bangsa Turki kembali bangkit menghimpun kekuatan yang masih tersisa dan akhirnya memutuskan perang pembebasan melawan para penjajah yang kemudian dikenal dengan perang kemerdekaan hingga situasi menjadi stabil kembali dan para penjajah berhasil diusir, namun muncullah sikap permusuhan yang frontal terhadap islam serta usaha-usaha serius untuk menghapus keimanan yang telah kokoh dari jantung umat.

Disinilah tampil Said Nursi (Badiuzzaman) untuk memikul obsesi umat dan mengemban misi penyelamatan iman umat Islam dimana ia telah nazarkan diri untuk tujuan itu, ia kemudian menghabiskan waktu dengan menuliskan karya Risalah Nur-nya dan menyebarkannya demi menyiapkan sebuah masyrakat islami yang utuh dan sarat vitalitas dan keimanan. Sekedar informasi Said Nursi Lahir di awal abad hijriah 1293 H atau 1877 M di kampung Nurs yang terletak di Tenggara Turki. Wafat 25 Ramadhan 1379 H atau 23 Maret 1960 M. Beliau di makamkan di Kota Urfa. Kemuadian setelah 4 bulan mayatnya di gali kembali dan dipindahkan jenazahnya dengan pesawat ke suatu tempat yang tidak diketahui.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder