#KerjaCerdas #KerjaTuntas

Dekan Fakultas Syariah IAIN Manado Pimpin Rapat Persiapan Menyambut Ramadan 1446 H

Fakultas Syariah – Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum, memimpin rapat persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025. Rapat digelar di ruang pertemuan lantai I Fakultas Syariah mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan melibatkan seluruh pimpinan, staf, dan dosen fakultas syariah.

Rapat ini dihadiri oleh Para Wakil Dekan, para Ketua dan Sekretaris Program Studi (Prodi), Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syariah, Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM), tenaga fungsional (JFT/JFU), serta dosen fakultas. Rapat bertujuan menyusun strategi untuk memastikan kesiapan akademik, administratif, dan spiritual selama Ramadan.

Prof. Rosdalina Bukido menekankan pentingnya sinergi dalam menyambut bulan penuh berkah ini. “Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga waktu untuk memperkuat layanan akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi seluruh elemen fakultas diperlukan agar aktivitas perkuliahan, kajian keislaman, dan program lain berjalan lancar,” ujarnya.

Agenda rapat mencakup pembahasan penyesuaian perkuliahan, penyusunan kegiatan keagamaan (kajian, buka bersama, tadarus), serta pengoptimalan layanan administrasi selama Ramadan. Prof. Rosdalina Bukido berharap seluruh persiapan ini dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengamalan ibadah dan produktivitas akademik. “Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum meningkatkan ketaqwaan dan solidaritas di lingkungan Fakultas Syariah,” pungkasnya.

Dengan disiplin dan kolaborasi yang baik, Fakultas Syariah IAIN Manado siap menyambut Ramadan 1446 H dengan semangat baru, menggabungkan keunggulan akademik dan nilai-nilai spiritual Islam. (Adm/TU)

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas

LKBH FAKULTAS SYARIAH IAIN MANADO  MENHGHADIRI :SEMINAR REFORMASI HUKUM ACARA PIDANA MENUJU KEADILAN YANG BERKEADILAN

Manado, 27 Februari 2025 – Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Syariah IAIN Manado turut ambil bagian dalam seminar bertema “Reformasi Hukum Acara Pidana Menuju Keadilan yang Berkeadilan”. Seminar ini diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado dan berlangsung di Hotel Grand Puri Manado.

LKBH Fakultas Syariah IAIN Manado diwakili oleh paralegal yang berperan aktif dalam mendalami isu-isu terkait reformasi hukum acara pidana di Indonesia. Seminar ini bertujuan untuk mengeksplorasi langkah-langkah penting dalam memperbaiki sistem hukum acara pidana, dengan harapan dapat tercipta sistem peradilan yang lebih adil dan transparan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum.

Para peserta seminar, yang terdiri dari akademisi, praktisi hukum, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya reformasi dalam sistem hukum pidana, serta tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan proses hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan mengikuti seminar ini, LKBH Fakultas Syariah IAIN Manado berharap dapat memperluas wawasan serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik hukum yang lebih adil, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan yang diamanatkan oleh konstitusi negara.

Fakultas Syariah IAIN Manado Jelang Ramadhan, Bagikan Sembako untuk Masyarakat

Menyambut bulan suci Ramadan, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menggelar kegiatan pembagian sembako bagi para dosen dan staf administrasi serta Cleaning Service fakultas. Kegiatan ini diprakarsai langsung oleh Dekan Fakultas Syariah bersama para Wakil Dekan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap keluarga besar internal fakultas. Penyerahan paket dilakukan di lantai satu gedung Fakultas Syariah pada Rabu, 26 Februari 2025, pukul 11.45 WITA.

Paket sembako yang dibagikan meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Kegiatan ini bertujuan meringankan beban ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan fakultas jelang Ramadan.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Manado, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., saat ditanyai menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian institusi terhadap kesejahteraan sivitas akademika. “Ramadan adalah momen untuk berbagi dan mempererat silaturahmi. Kami ingin memastikan bahwa keluarga besar Fakultas Syariah dapat menyambut bulan penuh berkah ini dengan hati yang tenang,” ujarnya.

Pembagian sembako ini didanai dari anggaran sosial fakultas dan partisipasi sukarela para pimpinan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung kesejahteraan tim yang telah bekerja keras sepanjang tahun. Penyerahan sembako ini disambut positif oleh para penerima. Bantuan ini sangat berarti, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Terima kasih kepada pimpinan fakultas yang selalu memperhatikan kami, “ujar salah satu penerima”.

Ke depan, Fakultas Syariah berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin jelang Ramadan, dengan skala yang lebih luas dan melibatkan kolaborasi dengan pihak eksternal. “Kami berharap ini dapat menjadi tradisi baik yang terus berkembang,” tabahan Prof. Dr. Rosdalina.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademika Fakultas Syariah IAIN Manado dalam menjalani ibadah Ramadan. (Adm/TU)

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas

Wakil Dekan III Fakultas Syariah IAIN Manado Pimpin Apel Pagi, Tekankan Persiapan Akreditasi dan Kesiapan Menyambut Ramadan

Fakultas Syariah – Wakil Dekan III Fakultas Syariah IAIN Manado, Dr. Frangky Suleman, M.HI., memimpin apel pagi di halaman Fakultas Syariah, Senin (24 Februari 2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., beserta jajaran pimpinan fakultas, termasuk para Wakil Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), Kepala Bagian Tata Usaha, Gugus Kendali Mutu, serta Jabatan Fungsional Tendik (JFT) dan administratif (JFU).

Dalam arahannya, Dr. Frangky Suleman menyampaikan tiga poin penting. Pertama, ia mengingatkan seluruh dosen untuk segera melengkapi pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) sebagai bagian dari evaluasi kinerja triwulanan. “BKD bukan sekadar administrasi, tetapi refleksi tanggung jawab kita dalam menjalankan tugas pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” tegasnya.

Kedua, ia menekankan kesiapan Prodi Hukum Keluarga (Ahwal al-Syakhsiyyah) dalam menghadapi akreditasi lapangan yang akan digelar dalam waktu dekat. “Akreditasi adalah momentum untuk membuktikan kualitas kita. Mari pastikan semua dokumen dan fasilitas pendukung telah tersedia secara maksimal,” ujarnya.

Ketiga, menyambut bulan Ramadan yang akan dimulai bulan depan, Frangky Suleman mengajak seluruh civitas akademika menjaga produktivitas sekaligus memaknai ibadah puasa dengan baik. “Kita harus tetap profesional dalam bekerja, namun juga memperkuat sisi spiritual di bulan suci. Mari persiapkan diri dengan program keagamaan yang mendukung,” tambahnya.

Apel pagi yang berlangsung tertib ini ditutup dengan pembacaan surah alfatihah bersama untuk kelancaran aktivitas akademik. Kegiatan rutin ini menjadi sarana memperkuat sinergi antarunsur di lingkungan Fakultas Syariah IAIN Manado, sekaligus menyatukan visi dalam menghadapi tantangan ke depan. (Adm/TU)

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas

Diskusi Mingguan Dosen Fakultas Syariah: Meneliti dan Menulis Berbasis Putusan Hakim

Fakultas Syariah IAIN Manado menggelar diskusi akademik mingguan dosen dengan tema “Meneliti dan Menulis Berbasis Putusan Hakim: Strategi, Metodologi, dan Tantangan”. Kegiatan yang diadakan pada Selasa, 18 Februari 2025, ini bertempat di Ruang Dosen Fakultas Syariah dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan fakultas, termasuk Dekan Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., para ketua program studi, para wakil dekan, serta dosen aktif lainnya.

Diskusi ini merupakan implementasi dari Surat Edaran Dekan Nomor B-130/In.25/PP.00.9/01/2025 tertanggal 21 Januari 2025, tentang Hari Diskusi Dosen yang diselenggarakan setiap hari selasa pukul 08.00–12.00. Tujuannya ialah ;
1. Meningkatkan kapasitas dosen dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyrakat.
2. Mendorong kolaborasi antar dosen untuk menghasilkan inovasi akademik.
3. Mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kegiatan akademik fakultas syariah.

Narasumber diskusi pada hari ini, Dr. Muliadi Nur, M.H., merupakan Koordinator / penanggung jawab Konsorsium di bidang keilmuan ilmu hukum, Beliau memaparkan strategi dan metodologi penelitian berbasis putusan hakim. Menurutnya, analisis putusan pengadilan dapat menjadi sumber primer yang kaya untuk mengidentifikasi problematik hukum, tren yurisprudensi, serta kesenjangan antara teori dan praktik. “Putusan hakim adalah cermin dinamika hukum di masyarakat. Peneliti perlu membedahnya dengan pendekatan, analisis normatif-empiris, mengaitkan dasar syariah, UU, serta konteks sosial,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., dengan menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi fakultas untuk menjadi pusat kajian hukum Islam yang berbasis bukti (evidence-based). Beliau juga mengapresiasi antusiasme peserta dan berharap diskusi mingguan ini dapat menjadi wadah konsisten untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi dosen, khususnya di jurnal bereputasi internasional. “tutur-nya”

Diskusi berlangsung interaktif. Diskusi mingguan berikutnya akan kembali dilaksanakan sesuai jadwal tetap setiap hari selasa. (Adm/TU)

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas

Wakil Dekan I Fakultas Syariah IAIN Manado Pimpina apel pagi

Fakultas Syariah – Wakil Dekan I Fakultas Syariah IAIN Manado, Dr. Muliadi Nur, M.H., memimpin apel pagi yang dilaksanakan pada Senin, 17 Februari 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman Fakultas Syariah dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan serta staf fakultas, termasuk Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., para Wakil Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), Kepala Bagian Tata Usaha, Gugus Kendali Mutu, serta JFT dan JFU.

Dalam arahannya, Dr. Muliadi Nur menyampaikan pentingnya rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan hingga saat ini. “Kita patut bersyukur masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus berkarya dalam menjalankan tugas-tugas kita,” ujarnya. Ia juga mengingatkan seluruh peserta apel untuk senantiasa menjaga semangat dan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing.

Selain itu, Wakil Dekan I juga menginformasikan bahwa sebentar akan diadakan rapat pimpinan Senat IAIN Manado. “Kita menunggu hasil rapat tersebut untuk menentukan langkah-langkah strategis ke depan,” tambahnya. Rapat tersebut diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan penting yang akan mendukung pengembangan dan kemajuan Fakultas Syariah serta IAIN Manado secara keseluruhan.

Apel pagi ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan koordinasi antar seluruh civitas akademika Fakultas Syariah. Dengan semangat baru, seluruh peserta apel siap menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. (Adm/TU)

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas

Kaprodi Hukum Keluarga Sekaligus Direktur LKBH Fasya IAIN Manado Jadi Peserta Aktif Dalam Lokalatif Negosiasi

Fakultas Syariah, 14 Februari 2025 – Kaprodi Hukum Keluarga sekaligus Direktur LKBH Fakultas Syariah IAIN Manado Wira Purwadi, S.H., M.H., turut serta sebagai peserta aktif dalam kegiatan lokalatif negosiasi (bina damai dengan pendekatan komunitas) yang bertujuan memperkokoh kerukunan umat beragama di Kota Manado. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Agama dan Demokrasi (Pusad) Paramadina, LBH Manado, dan Koalisi Advokasi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) Sulawesi Utara.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan keberadaan dan metode mediasi serta negosiasi kepada masyarakat di Kota Manado. Selain itu, acara ini juga dirancang untuk memperkuat jaringan tokoh dan kader lintas agama guna mewujudkan kerukunan di kota yang dikenal dengan keragaman budayanya ini. Dalam kegiatan tersebut, hadir berbagai tokoh lintas agama, terutama anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pemuka dialog antar-agama, serta pegiat kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB). Mereka berkumpul untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merumuskan strategi dalam menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula BKPSDM Pemkot Manado pada tanggal 11 hingga 13 Februari 2025, pukul 09.00–16.00 WITA. Selama tiga hari, peserta diajak untuk memahami pentingnya mediasi dan negosiasi dalam menyelesaikan konflik, serta membangun komitmen bersama untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Kaprodi Hukum Keluarga yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan, “Pendekatan komunitas dalam bina damai sangat penting untuk menciptakan kerukunan yang berkelanjutan. Melalui mediasi dan negosiasi, kita bisa membangun dialog yang konstruktif antarumat beragama.” Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, tokoh agama, maupun masyarakat sipil, untuk mewujudkan Manado sebagai kota yang harmonis dan toleran.

Dengan adanya lokalatif negosiasi ini, diharapkan kerukunan umat beragama di Manado semakin kokoh, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan perdamaian dan toleransi di tengah keberagaman. (Adm/TU)

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas

Dekan Fasya Gelar Rapat Tindak Lanjut Efisiensi Anggaran Tahun 2025

Fakultas Syariah, 13 Februari 2025 – Fakultas Syariah IAIN Manado mengadakan rapat untuk menindaklanjuti hasil rapat pimpinan yang telah dilaksanakan sebelumnya Rabu 12 Februari 2025. Rapat ini digelar pada hari Kamis, 13 Februari 2025, di Ruang Rapat Fakultas Syariah lantai satu. Tujuan utama rapat ini adalah membahas efisiensi anggaran tahun 2025 serta berbagai kebijakan strategis lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan dan administrasi di lingkungan fakultas.

Rapat dihadiri oleh sejumlah pimpinan fakultas, antara lain Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum, para Wakil Dekan, Ketua Program Studi (Kaprodi), Kepala Bagian Tata Usaha, Gugus Kendali Mutu, serta para tenaga fungsional JFT (Jabatan Fungsional Tendik) dan JFU (Jabatan Fungsional Umum). Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Umum, Silva Basuki, M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarunit untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam paparanya ada beberepa poin yang disampaikan oleh Dekan:
Pertama: Efisiensi Anggaran, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum, menyampaikan bahwa efisiensi anggaran menjadi fokus utama dalam pengelolaan keuangan tahun 2025. “Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dapat digunakan secara optimal dan tepat sasaran,” ujarnya. Dekan juga menekankan perlunya evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan untuk memastikan bahwa dana yang dikeluarkan memberikan dampak maksimal bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan di fakultas.

Kedua: Pelayanan Administrasi Berbasis Digitalisasi, Dekan menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pelayanan administrasi. “Kita harus mengakselerasi digitalisasi pelayanan administrasi untuk memudahkan proses bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan,” jelasnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi birokrasi yang berbelit-belit dan meningkatkan efisiensi waktu. Beberapa inisiatif yang akan segera diimplementasikan antara lain sistem informasi terintegrasi dan aplikasi berbasis online untuk pengajuan surat, pendaftaran ujian, dan pelayanan lainnya.

Ketiga: Format dan Pendaftaran Pelaksanaan Ujian, Terkait pelaksanaan ujian, Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kemudahan administrasi akademik, Dekan Fakultas Syariah IAIN Manado, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum., menyampaikan penyesuaian sistem pendaftaran untuk beberapa kegiatan akademik, khususnya yang berkaitan dengan skripsi. Dekan menjelaskan bahwa pendaftaran ujian proposal skripsi dan ujian munaqasyah/skripsi akan dilakukan melalui akun SIAKAD masing-masing mahasiswa. Sementara itu, untuk bimbingan skripsi dan ujian komprehensif, pendaftaran akan dilakukan melalui Google Form yang telah disiapkan oleh Program Studi (Prodi).

Keempat: Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Penelitian, Sebagai penutup. Dekan menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran dan penelitian di lingkungan Fakultas Syariah. “Kita harus terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkatkan reputasi akademik fakultas,” tegasnya.

Rapat berlangsung dengan diskusi yang produktif dan diakhiri dengan kesepakatan untuk segera menerapkan langkah-langkah strategis yang telah dibahas. Dengan komitmen bersama, Fakultas Syariah IAIN Manado siap menghadapi tantangan tahun 2025 dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh stakeholders. (Adm/TU)

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas

Kunjungan Dari Aliansi Masyarakat Cinta Damai: Diskusi Mendalam tentang Dominus Litis dalam RKUHAP

Fakultas Syariah, 11 Februari 2025 – Fakultas Syariah IAIN Manado menerima kunjungan dari Aliansi Masyarkat Cinta Damai dalam rangka diskusi akademik terkait penerapan asas dominus litis dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP). Diskusi yang berlangsung di Ruangan Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Syariah ini diterima dan sambut langsung oleh Dr. Muliadi Nur, MH, CPM, dan turut dihadiri oleh Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) IAIN Manado, Bpk. Wira Purwadi, MH.

Dalam diskusi tersebut, Muliadi Nur menyoroti konsep dominus litis yang memberikan kewenangan penuh kepada jaksa sebagai pengendali utama dalam proses peradilan pidana. Menurutnya, asas ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan bahwa setiap perkara yang masuk ke pengadilan telah melalui proses penyelidikan yang matang. Namun, ia juga menegaskan bahwa dominasi jaksa dalam sistem hukum dapat menimbulkan potensi ketimpangan kewenangan dan penyalahgunaan wewenang jika tidak diimbangi dengan mekanisme kontrol yang kuat.

Dalam sistem hukum Islam, konsep keadilan (al-‘adl), kemaslahatan (al-maslahah), dan kepastian hukum (istiqrar al-hukm) menjadi prinsip utama. Jika dominus litis diterapkan tanpa pengawasan ketat, dikhawatirkan akan ada potensi monopoli kekuasaan yang berujung pada ketidak adilan, ujar Dr. Muliadi.

Sebagai salah satu pengajar filsafat hukum Islam, Dr. Muliadi menegaskan bahwa distribusi kekuasaan dalam sistem peradilan pidana harus tetap proporsional. Islam menekankan adanya keseimbangan antara dalam menegakkan hukum agar tidak terjadi overlapping kewenangan yang dapat memperlambat atau bahkan melemahkan proses hukum.

Selain itu, beliau juga mengusulkan tiga langkah utama yang harus dipertimbangkan dalam implementasi dominus litis:

  1. Penyeimbangan Kewenangan: Jaksa harus berperan sebagai pengawas, bukan satu-satunya pihak yang menentukan arah perkara. Kepolisian tetap harus diberi kewenangan dalam penyidikan agar tidak terjadi dominasi satu pihak.
  2. Mekanisme Pengawasan: Harus ada lembaga independen yang mengawasi kewenangan jaksa agar prinsip transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga.
  3. Pendekatan Keadilan Restoratif: Dalam beberapa kasus, sistem hukum sebaiknya mengutamakan islah atau mediasi agar penyelesaian perkara lebih berorientasi pada kemaslahatan dan keadilan substantif.

Diskusi ini mendapatkan apresiasi dari Aliansi Masyarkat Cinta Damai yang menganggap bahwa pendekatan akademik sangat penting dalam merumuskan kebijakan hukum yang lebih baik. Salah satu perwakilan Aliansi Masyarkat Cinta Damai menyatakan bahwa sinergi antara akademisi dan aparat penegak hukum perlu ditingkatkan agar kebijakan hukum dapat lebih mengakomodasi nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Kami menyambut baik diskusi ini karena memberikan wawasan yang lebih luas mengenai bagaimana hukum harus ditegakkan dengan tidak hanya berpegang pada aspek formal, tetapi juga mempertimbangkan keadilan substansial. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar salah satu perwakilan Aliansi Masyarkat Cinta Damai.

Diskusi ilmiah ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai dominus litis dalam RKUHAP serta dampaknya dalam sistem peradilan pidana Indonesia. Dari perspektif filsafat hukum Islam, penting untuk memastikan bahwa konsep ini diterapkan dengan mempertimbangkan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan kepastian hukum. Kolaborasi antara akademisi dan aparat penegak hukum seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan agar kebijakan hukum yang dihasilkan benar-benar mencerminkan nilai-nilai keadilan yang hakiki. Dengan berlangsungnya kunjungan ilmiah ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dan penegak hukum semakin erat, sehingga reformasi hukum yang akan datang dapat lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas

LKBH Fakultas Syariah IAIN Manado Dampingi Proses Mediasi di PN Tondano

Fakultas Syariah – Selasa, 11 Februari 2025  Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) IAIN Manado kembali hadir dalam sidang di Pengadilan Negeri Tondano. Sidang yang berlangsung pada hari ini dihadiri oleh pengacara LKBH Abdul Rahim Padli, MH, dan Khairullah Pulumo, S.H., serta para paralegal LKBH.

Agenda sidang kali ini adalah tahap mediasi, namun sayangnya, pihak Tergugat tidak hadir. Oleh karena itu, majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan pada minggu depan dengan agenda pembuktian. Keputusan ini diambil untuk memastikan proses hukum tetap berjalan dan untuk memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk menghadirkan bukti-bukti yang relevan.

LKBH IAIN Manado, yang dikenal aktif dalam memberikan pendampingan hukum bagi masyarakat, tetap komitmen dalam mendampingi kliennya untuk mencari keadilan. Ke depan, para pengacara dan paralegal LKBH akan terus mengawal jalannya persidangan ini.

#Fasya #KerjaCerdas #KerjaTuntas