Fakultas Syariah IAIN Manado, 24 Juni 2026 – Sebanyak puluhan mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Manado mengikuti kegiatan Sosialisasi KKN Tematik Integratif yang digelar secara daring, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai ini mengusung tema besar: “Sinergi Moderasi Beragama, Ekoteologi, dan Literasi Digital dalam Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh, Inklusif, dan Berkelanjutan.”

Acara yang dirancang sebagai bekal awal bagi mahasiswa yang akan terjun dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Rosdalina Bukido, M.Hum. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan integratif yang tidak hanya mengandalkan satu aspek keilmuan, tetapi menggabungkan nilai-nilai keagamaan moderat, kesadaran ekologis, serta kemampuan digital agar mahasiswa mampu menjawab tantangan masyarakat kontemporer.

“Kami ingin mahasiswa tidak sekadar mengabdi, tetapi menjadi agen perubahan yang mampu membaca kebutuhan desa secara holistik. Tema tahun ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan pendekatan ramah lingkungan, inklusif, dan adaptif terhadap teknologi,” ujar Prof. Rosdalina.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Wakil Dekan I, II, dan III, Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Hukum Keluarga (HK), serta Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU). Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap kesiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi KKN.

Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Ardianto Tola, M.Pd. selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Manado, serta Dr. Munir Tubagus, M.Cs. selaku Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (KAPUS PKM). Keduanya secara bergantian mengisi materi sosialisasi yang mencakup teknis pelaksanaan KKN, strategi pemberdayaan masyarakat berbasis riset, serta penguatan kapasitas mahasiswa dalam mengimplementasikan tiga pilar tema.

Dr. Munir Tubagus dalam pemaparannya menjelaskan bahwa ekoteologi menjadi pendekatan baru yang menggabungkan nilai spiritual dengan kepedulian lingkungan. Sementara itu, Dr. Ardianto Tola menambahkan bahwa literasi digital merupakan keharusan di era sekarang agar mahasiswa mampu mendampingi masyarakat dalam mengakses informasi dan memasarkan potensi desa secara daring.

“KKN Tematik Integratif ini dirancang untuk menciptakan desa yang tidak hanya tangguh secara ekonomi dan sosial, tetapi juga inklusif terhadap semua lapisan masyarakat, serta berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam. Mahasiswa adalah ujung tombak dari sinergi ini,” tegas Dr. Ardianto. Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa Fakultas Syariah yang telah terdaftar sebagai peserta KKN tahun 2026. Mereka tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, baik saat pemaparan materi maupun sesi tanya jawab yang interaktif.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa memiliki gambaran utuh tentang tugas dan tanggung jawab mereka di lapangan, serta mampu menerapkan nilai-nilai moderasi, ekoteologi, dan literasi digital secara nyata dalam pemberdayaan masyarakat desa. (Adm/TU)
0 Komentar